Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Manusia Batu : Hilangnya Iman, Sabar dan Ikhlas Bagian 3

Bahan bakar neraka adalah batu, tetapi ada manusia yang menjadi bahan bakar neraka yaitu manusia yang telah menjadi batu. Seorang manusia semasa hidupnya tuli, bisu dan buta dari kebenaran sehingga hatinya menjadi keras bagaikan batu.

Lanjutan dari bagian ke 2

Tiba-tiba sang diri tertegun, apakah aku telah berubah menjadi batu?. Teringat berbagai ajakan untuk mengikuti pengajian, tapi selalu saja diacuhkan. Teringat setiap saat adzan berkumandang tetapi selalu saja tak dihiraukan, berat terasa kaki ini melangkah ke mushola, ke masjid. Teringat berbagai ceramah yang sayup-sayup terdengar dijalanan dan segera ditinggalkan. Benarkah diri ini telah menjadi manusia batu?.

dan perumpamaan (orang-orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja. Mereka tuli, bisu dan buta, maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti.” [Q.S Al Baqarah (2) : 171)

Perbandingan kedua golongan itu (orang-orang kafir dan orang-orang mukmin), seperti orang buta dan tuli dengan orang yang dapat melihat dan dapat mendengar. Adakah kedua golongan itu sama Keadaan dan sifatnya?. Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran (daripada Perbandingan itu)?.” [Q.S Huud (11) : 24]

Katakanlah (hai Muhammad): "Sesungguhnya aku hanya memberi peringatan kepada kamu sekalian dengan wahyu dan Tiadalah orang-orang yang tuli mendengar seruan, apabila mereka diberi peringatan." [Q.S Al Anbiya (21) : 45]

dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat- ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang- orang yang tuli dan buta.[Q.S Al Furqaan (25) : 73]

Sesungguhnya kamu tidak dapat menjadikan orang-orang yang mati mendengar dan (tidak pula) menjadikan orang-orang yang tuli mendengar panggilan, apabila mereka telah berpaling membelakang.[Q.S An Naml (27) : 80]

Maka Sesungguhnya kamu tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar, dan menjadikan orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka itu berpaling membelakang. [Q.S Ar Rumm (30) : 52]

Lalu bagaimanakah agar diri ini tidak menjadi manusia batu? Bagaimanakah agar tubuh yang sudah membatu ini bisa kembali menjadi manusia seutuhnya sebagai Insan kamil? Bagaimanakah agar diri ini tidak lagi tuli dari mendengarkan kebenaran? Bagaimanakah agar diri ini tidak lagi bisu dari mengucapkan kebenaran? Bagaimanakah agar diri ini tidak lagi buta dari melihat kebenaran? Bagaimanakah agar pikiran ini kembali melunak? Bagaimanakah agar hati ini kembali menjadi lembut? Bagaimanakah agar jiwa ini menjadi kembali halus?. Bagaimanakah agar diri ini dapat bersimpu dihadapan Nya dengan tenang?.

Sebagai seorang muslim, membatunya diri dikarenakan tidak benar-benar melaksanakan Rukun Islam sehingga setapak demi setapak hilanglah iman, selangkah demi selangkah terkikislah sabar dan sedepa demi sedepa hilanglah ikhlas. Rukun Islam adalah kunci seorang muslim untuk bisa memupuk imannya, menyusun ilmunya, meninggikan sabarnya, menaungi ikhlasnya dan menjaga ihsannya.

Substansi Syahadat dalam Rukun Islam adalah iman (I), substansi Shalat adalah ilmu (I), substansi Puasa adalah sabar (S), substansi Zakat adalah ikhlas (I) dan substansi Haji adalah ihsan (I). Rukun Islam harus dijalankan secara seimbang dalah kehidupan seorang muslim. Keseimbangan dalam menjalan kelima Rukun Islam akan mendorong seorang manusia menjadi insan kamil.

Keseimbangan hidup seorang manusia hanya bisa diperoleh dengan mengawali kehidupannya dengan keimanan, melaksanakan seluruh aktivitas kehidupannya dengan berdasarkan keilmuan yang benar dan diseimbangkan dengan keikhlasan dan keihsanan dengan berporos pada kesabaran. Condongnya sang diri pada salah satu dari kelima Rukun Islam akan membuat kehidupan menjadi tidak seimbang.

Ketidak seimbangan dalam menjalankan Rukun Islam akan membuat kehidupan seorang manusia goyah. Seseorang yang hanya bertumpu pada keimanan saja tanpa melengkapi dirinya dengan ilmu akan membuat amal perbuatannya tidak bernilai. Seorang yang mengarahkan seluruh hidupnya untuk meriah ilmu dunia saja yang digunakan hanya untuk meraih kesejahteraan hidup dunia dalam kungkungan materialisme akan membuat kehidupannya jatuh dalam titik nadir. Tidak adanya sabar, ikhlas dan ihsan dalam melakoni kehidupan akan membuat kehidupan ini terserak dan sempit.

Tapi seringkali manusia tidak menyadari bahwa ketidakseimbangan hidup telah menimpanya. Seringkali manusia tidak melihat bahwa hidupnya telah terserak dan semakin menyempit. Ketika tidak menjalankan Rukun Islam dengan sebenar-benarnya dan sebaik-baiknya maka manusia akan masuk kedalam jurang kerugian. Dan kita sudah diberi peringatan bahwa kita, manusia, akan berada dalam kerugian.

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.[Q.S Al Ashr (103) : 1-3]

Sekarang saatnya bagi kita untuk mulai menata kembali kehidupan dengan menjalankan Rukun Islam dengan sebenar-benarnya dan sebaik-baiknya. Langkah pertama adalah dengan memperbaharui keimanan dengan memperbanyak dzikir mengucapkan syahadat. Rasulullah SAW sudah bersabda : “perbaharuilah imanmu dengan mengucapkan laa ilaaha illallaah”.

Pecahkanlah kebatuan diri dengan dzikir. Batu yang sangat keras akan pecah dengan pukulan bertubi tubi tiada henti. Hati yang sudah membatu akan kembali melunak dengan hantaman dzikir yang tiada pernah henti. Dzikir Laa Ilaaha Illallaah juga merupakan magnet ilmu, pengokoh sabar , perekat ikhlas, dan pengikat ihsan. Amin.

Marilah kita berdzikir, menyehatkan badan, melunakkan pikiran, melembutkan hati, menghaluskan jiwa. Ataukah kita akan selamanya menjadi manusia batu? Apakah manusia batu menjadi pilihan kita?. Ataukah menjadi manusia yang berbadan sehat, berpikiran bersih, berhati lembut dan berjiwa halus yang menjadi pilihan kita?.

Segala Puji Bagi Allah SWT, Rabb seluruh Alam.


Doa

Do'a Bangun Tidur


الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَاناَ بَعْـدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

"Segala puji bagi Allah yang membangunkan kami setelah ditidurkan - Nya dan kepada - Nya kami dibangkitkan"

 

Do'a Ketika Mengenakan Pakaian


اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَسَانِيْ هَذَا (الثَّوْبَ) وَرَزَقَنِيْهِ مِن ْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّيْ وَلاَ قُوَّةٍ.

"Segala puji bagi Allah yang telah memberikan pakaian ini kepadaku sebagai rezeki dari pada - Nya tanpa daya dan kekuatan dariku"

Do'a Mengenakan Pakaian Baru


اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيْهِ، أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَا صُنِعَ لَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ.

"Ya, Allah, hanya milik - Mu segala puji, Engkaulah yang memberi pakaian ini kepadaku. Aku mohon kepada - Mu untuk memperoleh kebaikannya dan kebaikan yang ia diciptakan karenanya. Aku berlindung kepada - Mu dari kejahatannya dan kejahatan yang ia ciptakan karena - Nya"

Do'a Masuk WC

 

(بِسْمِ اللهِ) اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ.

"Dengan nama Allah, Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada - Mu dari godaan setan laki-laki dan perempuan"

Nasehat Ulama

"Orang yang (keluar dari rumahnya) mencari ilmu, para malaikat akan mengantar kepergiannya sehingga dia pulang (ke rumahnya)" (Sayyidina Ali r.a)

"Orang Alim adalah lampu Allah di bumi. Maka barang siapa yang Allah menghendaki kebaikan baginya, dia akan cahaya (ilmu) itu" (Sayyidina Ali r.a)

"Kedudukan orang alim bagaikan pohon kurma, engkau menunggu kapan buahnya jatuh kepadamu" (Sayyidina Ali r.a)

"Orang alim lebih utama dari pada orang yang berpuasa, mengerjakan shalat malam (tahajud), dan yang berjihad di jalan Allah. Jika seorang alim meninggal, maka terjadi lubang dalam islam yang tidak tertutupi sehingga datang orang alim lain yang datang kemudian (menggantikannya)" (Sayyidina Ali r.a)

"Orang yang alim adalah yang mengetahui bahwa apa yang diketahuinya, jika dibandingkan dengan apa yang tidak diketahuinya, sangatlah sedikit. Maka, karena itulah dia menganggap dirinya bodoh. Oleh karena itu, bertambahlah kesungguhannya dalam mencari ilmu karena pengetahuannya akan hal itu" (Sayyidina Ali r.a)

"Kesalahan yang dilakukan seorang alim seperti kapal yang pecah, maka ia tenggelam dan tenggelam pula bersamanya banyak orang" (Sayyidina Ali r.a)

"Jika seorang alim tertawa satu kali, maka dia telah membuang satu ilmu dari dirinya" (Sayyidina Ali r.a)

"Ujub adalah lawan kebenaran" (Sayyidina Ali r.a)

"Tidak ada pujian bersama kesombongan" (Sayyidina Ali r.a)

"Aib yang paling sulit diperbaiki adalah ujub dan keras kepala" (Sayyidina Ali r.a)

"Ujubnya seseorang terhadap dirinya sendiri adalah salah satu pendengki akalnya" (Sayyidina Ali r.a)

"Banyak orang yang kagum akan dirinya sendiri disebabkan oleh perkataan pujian terhadap dirinya" (Sayyidina Ali r.a)

"Kebanggaan yang paling besar adalah hendaknya engkau jangan berbangga" (Sayyidina Ali r.a)

"Jika orang-orang rendah terdidik, mereka sombong; dan jika menjadi kaya, mereka bertindak sewenang-wenang" (Sayyidina Ali r.a)

"Jika seseorang telah sampai dan dunia ini melebihi kadarnya, akhlaknya menjadi asing bagi manusia" (Sayyidina Ali r.a)

"Sekiranya Allah mengijinkan kesombongan kepada seseorang di antara hamba-hamba-Nya, niscaya Dia akan mengijinkannya kepada nabi-nabi-Nya dan wali-wali-Nya yang khusus. Akan tetapi, Allah SWT tidak menghendaki mereka sombong, dan Dia senang jika mereka tawadhu. Maka, mereka pun menempelkan pipi ke tanah, membenamkan wajah mereka ke dalam debu, dan merendahkan diri mereka terhadap orang-orang yang beriman. Mereka adalah golongan yang tertindas" (Sayyidina Ali r.a)

"Janganlah engkau menghancurkan kebaikanmu dengan kebanggaan dan kesombongan" (Sayyidina Ali r.a)

"Berlaku lemah lembutlah dan bersabarlah, niscaya engkau akan terhormat; dan janganlah engkau ujub, karena jika engkau ujub, niscaya engkau akan dibenci dan dipandang rendah" (Sayyidina Ali r.a)

"Tidak ada kesendirian yang lebih mengasingkan daripada ujub" (Sayyidina Ali r.a)

"Mengapa anak adam menyombongkan dirinya? Sesungguhnya permulaannya adalah sperma dan akhirnya adalah bangkai. Dia tidak dapat memberikan rezeki kepada dirinya sendiri dan tidak dapat menolak kematiannya" (Sayyidina Alli r.a)

"Sesuatu yang tidak baik diucapkan oleh seseorang - walaupun dia benar - adalah memuji dirinya sendiri" (Sayyidina Ali r.a)

"Kedengkian adalah cacat dalam agama" (Sayyidina Ali r.a)

"Kedengkian adalah kesedihan yang pasti, pikiran yang kacau, dan kesusahan yang terus-menerus. Kenikmatan bagi orang yang didengki adalah nikmat, sementara bagi orang yang dengki adalah malapetaka" (Sayyidina Ali r.a)

"Kedengkian adalah perangai yang rendah, dan diantara kerendahannya bahwasanya ia menimpa orang yang paling dekat, kemudian yang lebih dekat lagi" (Sayyidina Ali r.a)

"Sehatnya badan karena sedikitnya dengki" (Sayyidina Ali r.a)

"Orang yang dengki, mendengki kepada orang yang tidak ada dosa padanya" (Sayyidina Ali r.a)

"Kedengkian seorang teman adalah penyakit kecintaan" (Sayyidina Ali r.a)

"Kedengkian diwariskan, sebagaimana diwariskannya harta" (Sayyidina Ali r.a)

"Orang yang dengki melihat hilangnya kenikmatan darimu sebagai kenikmatan baginya" (Sayyidina Ali r.a)

"Jika Allah berkehendak menguasakan seorang hamba kepada seorang musuh yang tidak mempunyai belas kasihan kepadanya, maka Dia menguasakannya kepada seorang pendengki" (Sayyidina Ali r.a)

"Janganlah kalian saling mendengki karena sesungguhnya dengki itu memakan iman, sebagaimana api memakan kayu bakar" (Sayyidina Ali r.a)

"Seseorang yang dengki tidak akan pernah merasa puas terhadapmu sehingga salah seorang dari kalian berdua meninggal dunia" (Sayyidina Ali r.a)

"Jika engkau melayani seorang pemimpin, maka janganlah engkau memakai pakaian yang sama dengannya, mengendarai kendaraan yang sama dengannya, dan mengambil pelayan yang semisal dengan pelayan-pelayannya, maka kemungkinan engkau akan selamat darinya" (Sayyidina Ali r.a)

"Pemilikan menyebabkan kedengkian. Kedengkian menyebabkan kemarahan. Kemarahan menyebabkan perselisihan. Perselisihan menyebabkan perpecahan. Perpecahan menyebabkan kelemahan. Kelemahan menyebabkan kehinaan. Dan kehinaan menyebabkan hilangnya kekuasaan dan sirnanya kenikmatan" (Sayyidina Ali r.a)

Motivasi Diri

Pilihan keputusan dan tindakan yang anda pilih terhadap segala hal dan segala situasi yang terjadi dalam hidup anda adalah kunci-kunci sukses. Pilihan keputusan dan tindakan yang membuat anda semakin dekat kepada - Nya adalah bentuk tanggungjawab tertinggi terhadap kesuksesan hidup anda.

Berdoalah kepada - Nya dengan menyampaikan kalimat-kalimat syukur karena Dia telah memberi segala sesuatu yang indah dan nikmat. Karena Dia akan memberi sesuai prasangka orang yang berdoa kepada - Nya.

Berpikir dan berbicaralah tentang nikmat dan kelebihan yang telah diberikan - Nya, hingga Dia terus memberikan keberlimpahan - Nya. Hindari berpikir dan berbicara tentang kesulitan yang belum tentu datang dari - Nya.

Jika anda dianugerahi ilham suatu cita-cita yang mulia maka segera arahkan cita-cita itu hanya kepada- Nya. Karena hanya Dia yang dapat membantu mewujudkan cita-cita mulia yang oleh orang lain dianggap tidak mungkin dicapai.

Cita-cita yang dihadapkan hanya kepada cinta - Nya akan menggelorakan semangat dalam meraihnya karena perolehan cinta dari - Nya sudah melebihi cita-cita itu sendiri.

Ketika jiwa raga hanya dipersembahkan kepada - Nya, keberanian meraih cita-cita tidak akan pernah sirna karena naungan - Nya adalah tempat paling aman dan paling nyaman.

Ketika seluruh ketakutan hanya ditujukan kepada - Nya, maka seluruh ketakutan dalam hidup ini menjadi tidak ada artinya.

Rasa takut kepada - Nya melahirkan jiwa raga yang taat dan rendah hati. Sementara ketakutan selain kepada diri - Nya membiakkan pemberontakan dan penghinaan.

Ketakutan dan cinta kepada - Nya akan melahirkan rasa aman dan menghadirkan rasa tentram. Sementara ketakutan dan cinta selain kepada - Nya hanya akan menumbuhkan ketakutan dan membangkitkan keresahan.

Hak adalah akibat sementara kewajiban adalah sebab. Mengapa kita menunggu dan menuntut akibat? sementara sebab untuk terjadinya akibat tidak kita jalankan.

Kata bahagia dan sukses mengandung unsur kewajiban dan hak. Laksanakan semua kewajiban yang diperintahkan - Nya maka bahagia dan sukses sejati akan langsung menjadi hak anda.

Ingatlah kepada - Nya ketika berbaring, duduk dan berdiri, maka kamu akan selalu ingat dimana hidupmu akan berakhir.

Mengejar dan menyelesaikan banyak hal dan pekerjaan adalah baik. Tetapi mengejar cinta - Nya dan karena - Nya hanya bisa menyelesaikan satu hal  saja tetap jauh lebih berarti dan bermakna bagi seluruh kehidupanmu.

Seseorang yang terbakar oleh Cinta - Nya akan bisa mengguncang dunia. Seseorang yang dibelenggu cinta dunia akan diguncang oleh - Nya.

Motivasi adalah makanan yang bergizi. Motivasi untuk meraih cinta - Nya adalah makanan paling baik dan paling bergizi dari yang pernah ada, karena motivasi ini pasti datang dari - Nya.

Hanya anak-anak yang akan memilih untuk dimanjakan. Tetapi Dia menginginkan setiap orang menjadi kuat, mengenal - Nya dan mencintai - Nya maka Dia terus mengalirkan kasih sayang - Nya tanpa putus walaupun dalam bentuk kesulitan dan kesedihan.

Mengarahkan pikiran kita selalu kepada - Nya akan menarik perhatian seluruh alam kepada kita. Mencurahkan seluruh cinta hanya kepada - Nya akan menolehkan cinta seluruh mahluk kepada kita.

Satu-satunya cara paling efesien dan paling efektif untuk membangun kebiasaan berpikir positif adalah dengan selalu ingat kepada - Nya.

Bersabar karena - Nya berarti kita merumuskan pilihan, memilih pilihan hidup yang benar dan melaksanakan pilihan tersebut dengan sebaik-baiknya. Pasrah kepada - Nya berarti  selalu mengharapkan ridha dari - Nya dan ridha atas segala hasil dari pilihan yang telah kita ambil dari berbagai pilihan yang ada.

Bersyukur kepada - Nya berarti menerima dan memuji - Nya dengan setulus hati atas segala hasil dari pilihan hidup yang telah kita lakukan walaupun itu mungkin terasa pahit.

Kualitas kehidupan kita akan dapat terus diringkatkan ketika kita selalu mendengarkan - Nya.

Pemikir positif adalah orang yang bersabar dan bersyukur. Pemikir positif akan melihat suatu kesulitan sebagai bentuk kasih sayang dari - Nya agar ia bisa melakukan segala sesuatu dengan labih baik lagi.