(Pengajian 9 Jumadi al Akhirah 545 H. Di Ribath)
DIRIWAYATKAN dari Nabi SAW :
“Bahwasannya seorang laki-laki datang menghadapnya, lalu berkat, ‘Aku mencintaimu karena Allah ‘Azza wa Jalla’. Beliau pun bersabda padanya, ‘Jadikan bala cobaan sebagai jubah, jadikan kefakiran sebagai jubah.”
Karena engkau ingin bersifat sepertiku, maka sifatilah dirimu seperti sifatku. Termasuk syarat mahabbah adalah muwafaqah (menurut). Dikisahkan bahwa Abu Bakr ash-Shiddiq ra (rela) memberikan seluruh harta kekayaannya kepada Nabi Saw, karena kesungguhan cintanya kepada beliau. Ia berbuat seperti perbuatan dan ikut merasakan kefakiran bersamanya, hingga ia ikut memanggul beban. Ia menurutinya lahir dan batin dalam kesunyian dan juga keramaian tetapi engkau hai pembohong Engkau mengaku cintai pada kaum saleh, tetapi engkau sembunyikan dinar dan dirhammu dari mereka, sambil mengharap kedekatan dan kebersamaan dengan mereka. Pakailah akal ini adalah mahabbah yang bohong belaka. Seorang pencinta tidak akan menyembunyikan apa pun dari kekasihnya, bahakan ia akan memberikan segala sesuatu padanya.
Kefakiran sudah melekat pada diri Nabi Saw dan tak pernah meninggalkannya. Beliau bersabda :
“Kafakiran sudah melekat pada diri Nabi Saw kepada Zat yang mencintaiku (Allah) daripada aliran air kemuaranya.”
{jcomments on}
‘A’isyah, rda menuturkan lebih lanjut, “Dunia senantiasa menjadi kotoran yang menyesakkan kami selama Rasulullah saw masih berada di tengah-tengah kami. Selepas beliau meninggal, dunia mengalir pada kami dengan derasnya.”
Jika kefakiran adalah syarat mencintai Rasul, maka syarat mencintai Allah adalah bala cobaan. Seorang Sufi menuturkan “Setiap bala cobaan disertai dengan kesetiaan.” Agar tidak dicap hanya mengaku-aku cintai Allah dengan kebohongan, kemunafikan, dan riya maka cabut klaim dan kebohonganmu. Jangan pernah engkau lintaskan ini dalam kepalamu. Jika engkau datang, maka sedekahlah, jika tidak maka jangan ikuti kami. Jangan bersikap perlente di depan tukang tukang uang (tanpa uang) sebab ia tidak akan menerimamu dan malah akan mengeksposmu. Jangan dekati ular dan macan, sebab mereka bisa membinasakanmu. Jika engkau seorang pawang, bolehlah kau dekati ular itu, dan jika engkau sudah memiliki kekuatan, maka dekatilah macan itu. Jalan (menuju) al-Haqq Azza wa Jalla membutuhkan kejujuran (kesungguhan, mentari makrifat dan muncul di hati kaum shiddiqin, dan tidak pernah tenggelam, siang maupun malam.
Wahai pemuda, berpalinglah engkau dari orang-orang munafik yang mendapat murka Allah ‘Azza wa Jalla. Pakailah akal dan jangan engkau dekat-dekat dengan kebanyakan manusia (abl az-zaman), karena mereka adalah serigala-serigala berbulu domba. Ambillah cermin pikir dan mengacalah. Mohonlah juga pada Allah agar memperlihatkan padamu akan dirimu (sendiri) dan mereka. Aku telah berpengalaman dengan manusia dan Sang Maha Pencipta. Kutemukan keburukan pada diri manusia, dan kebaikan pada Sang Pencipta. Ya Allah, selamatkanlah kami dari keburukan perilaku mereka dan anugerahkan pada kami kebaikan-Mu di dunia dan Akhirat.
Aku tidak mengingkan kalian demi kepentinganku, melainkan demi kepentingan kalian sendiri. Aku hanya membuat simpul pada tali kalian, dan aku tidak mengambil apa-apa dari kalian kecuali demi kemaslahatan kalian. Aku sudah memiliki sesuatu yang telah diperuntukkan khusus bagiku dan tidak kubutuhkan apa yang aku ambil dari kalian. Aku hanya tinggal bekerja atau bertaawakal pada Allah ‘Azza wa Jalla. Aku tak pernah mengharapkan pemberian kalian sebagaimana orang munafik yang riya ‘ berpasrah diri pada kalian dan melupakan Tuhannya Aku adalah parameter timbangan penghuni bumi (manusia), maka bersikaplah logis dan jangan bermuka manis dihadapanku, sebab aku mengetahui kualitas baik dan rendah kalian berkat pertolongan Allah dan akreditasi-Nya padaku.
Jika engkau mengingkan kebahagian, maka jadilah engkau landasan tongkatku, hingga bisa kuketuk-ketuk nadi hawa nafsumu, tabiat. Setan musuh-musuhmu, serta kolega-kolega burukmu. Mohonlah pertolongan kepada Tuhanmu dalam menghadapi musuh-musuh ini. Si pemenang adalah orang yang bersabar menghadapinya dan si pecundang adalah orang menyerah pada mereka. Petaka memang banyak, tetapi muara (rumah) nya hanya satu. Penyakit juga banyak, namun tabibnya hanya satu. Hai orang-orang yang sakit jiwa, pasrahkanlah dirimu pada seorang tabib. Jangan menuduh mereka atas apa saja yang ia lakukan padamu, karena dia lebih sayang dengan kalian daripada kalian sendiri. Membisulah di hadapannya dan jangan sekali-kali membantahnya, niscaya kalian akan melihat segenap kebaikan di dunai dan Akhirat.
Kaum (Sufi) senantiasa dalam kondisi diam secara total, mati total dan keterkejutan total. Jika hal ini telah sempurna mereka jalankan, dan mereka pun masih terus menjalaninya, maka Allah akan membuat mereka bicara kembali, sebagaimana Dia membuat bicara benda-benda mati pada Hari Kiamat. Mereka tidak berbicara kecuali jika dititahkan untuk bicara. Mereka juga tidak mengambil jika tidak diberi. Tidak pula mereka bergembira jika tidak digembirakan. Hati mereka memang sudah manyamai hati para malaikat Allah berfirman :
“........... Mereka tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. 66 : 6).
Mereka telah menyamai derajat malaikat, bahkan setingkat lebih tinggi berkat makrifat pada Allah ‘Azza wa Jalla dan pengetahuan terhadap-Nya serta terhadap malakikat-nya. Para pembantu dan pengikut mereka banyak menyerap manfaat dari mereka, sebab terdapat hikmah yang memancar deras di hati mereka. Hati mereka terjaga dari segala petaka, karena petaka hanya sampai pada anggota badan, struktur tubuh, dan nafsu mereka, serta tidak pernah sekalipun mencapai hati mereka.
Jika engkau ingin mencapai posisi mereka, maka engkau harus merealisasikan keislaman, meninggalkan dosa-dosa, baik yang kasat mata maupun yang tersembunyi, berlaku ‘wara’ secara universal, zuhud menjauhi kemubahan duniawi maupun kehalalannya, merasa cukup dengan kemurahan Allah, zuhud juga dalam kemurahan anugerah-Nya dan merasa cukup (kaya) dengan kedekatan-Nya (hingga tak butuh apa-apa lagi). Jikalau rasa cukupmu dengan kedekatan-Nya sudah benar-benar sahih, maka Dia akan mengucurkan anugerah kemurahan-Nya padamu. Dia akan membuka untukmu pintu-pintu bagian-Nya (qadha dan qadar), juga pintu kelembutan, rahmat dan anugerah-Nya. Dia genggam dunia untukmu, lalu membentangkannya seluas-luasnya.
Semua anugerah ini hanya diberikan-Nya pada manusia-manusia pilihan yaitu para wali dan shiddiqin karena Dia Maha mengetahui akan ketakwaan mereka. Mereka tidak pernah menyibukkan diri dengan sesuatu sampai terlena melupakan-Nya, namun pada banyak kasus, dunia tergenggam rapat dari mereka (tidak Allah kucurkan pada mereka), karena Dia lebih suka kesunyian total mereka hanya bersama-Nya kehadiran mereka hanya pada-Nya dan pencarian mereka untuk-Nya. Jikalau Dia menganugerahi keduniaan pada mereka, bisa jadi mereka malah sibuk mengurusinya, duduk bersamanya, dan lupa melayani-Nya. Inilah yang biasa terjadi, sementara hal di atas adalah sesuatu yang jarang terjadi. Adapun yang jarang ini tidak terkait dengan hukum. Nabi Saw termasuk orang yang ditawari dunia, namun tidak sibuk mengurusinya dan lupa melayani-Nya. Beliau tidak menoleh pada bagian-bagian (rezeki) dengan segala kesempurnaan zuhud dan penentangan. Beliau pernah ditawari kunci-kunci kekayaan bumi, namun beliau justru mengembalikannya sembari berkata :
“Tuhan hidupkanlah aku sebagai orang miskin dan matikan aku sebagai orang miskin, serta kumpulkan aku kelak bersama orang-orang miskin”
Zuhud adalah anugerah kesalehan. Jika tidak, maka tidak ada seorang yang mampu berzuhud menjauhi bagian (dunia)nya. Seorang Mukmin bebas lepas dari beban ambisi (mengumpulkan duniawi), tidak pula rakus dan terburu-buru. Dia berzuhud atas segala sesuatu dengan segenap hatinya dan berpaling darinya dengan segenap nuraninya. Dia hanya sibuk dengan apa yang diperintah kepadanya, dan dia tahu pasti bahwa bagiannya tidak akan lepas darinya, hingga dia pun tidak perlu mencarinya. Dia biarkan bagian-bagian (duniawi) berlari mengejar di belakangnya merendah dan memohon-mohon padanya untuk menerimanya.
Wahai pemuda ! Engkau membutuhkan keimanan yang mengarahkanmu di jalan al Haqq ‘Azza wa Jalla, juga keyakinan yang mengokohkan jejak langkahmu di sana. Pada awal penempuhanmu di jalan ini, engkau membutuhkan himyan (ikat celana berisi uang sebagai bekal) dan pada akhirnya engkau membutuhkan iman. Bedanya dengan jalan ke Mekkah yang dikatakan oleh sebagaian kalangan membutuhkan iman dulu, baru himyan dan iman, diawal dan akhir perjalanan.
Sufyan ash Shawti semoga Allah mengasihinya pada awal menuntut ilmu, diperutnya terikat sabut himyan berisi uang 500 dinar untuk keperluan hidup dan belajar. Dia ketuk-ketuk sabuk itu dengan tangannya seraya berkata “Jika tidak ada engkau pastilah mereka sudah membuang kita “Setelah diperolehnya ilmu dan makrifat pengetahuan al-Haqq Azza wa Jalla, maka dia sumbangkan sisa uang yang ada padanya untuk kaum fakir dalam waktu satu hari seraya berkata “Jikalau langit adalah besi yang tak mecurahkan hujan, bumi berupa batu cadas yang tak menumbuhkan (tanaman) dan aku pun (harus) berkonsentrasi mencari rezeki, maka pastilah aku menjadi fakir”
Bekerja dan berinteraksilah dengan sarana sampai imanmu benar-benar kuat, baru setelah itu berpindahlah dari sarana (sabab) pada Pemberi sarana (Musabbib). Para nabi juga bekerja, bermodal, dan berhubungan dengan sarana duniawi pada awal keadaan mereka, baru pada akhirnya mereka pasrah diri (tawakal). Mereka mensinergikan kerja dan tawakal sebagai awalan dan akhiran, syariat dan hakikat. Hai orang-orang yang tertolak (al mabrum). Jangan kosongkan tanganmu dari bekerja demi kepasrahan diri (menunggu) apa yang ada ditangan manusia dan membebani mereka. Dengan demikian engkau telah mengikari nikmat takdir Allah ‘Azza wa Jalla pun murka besar padamu dan menjauhimu. Tidak bekerja dan mengemis pada manusia adalah siksaan (uqubah) al Haqq Azza wa Jalla menyempitkan ruang geraknya, mengusirnya dari kerajaannya dan menyempitkan jalan rezeki baginya, hingga dia terpaksa harus meminta-minta. Semua itu dikarenakan isterinya menyembah patung di rumahnya (Sulayman) selama 40 hari, maka selama 40 hari juga ia terus mendapat siksaan hari demi hari. dari Allah pada seorang hamba. Nabi Sulayman as, misalnya. Setelah Allah melengserkan tahta kerajaannya, kemudian Dia menghukumnya dengan banyak hal, diantaranya mengemis dan meminta-minta. Dulu pada masa pemerintahannya dia bekerja dan bisa makan dari hasil keringkatnya sendiri, namun kemudian
Kaum (saleh) tidak memiliki obat kecerian bagi mendung kesedihan mereka, juga tidak meletakkan beban mereka dan tidak pula memiliki permata kasih di mata mereka serta hiburan bagi musibah mereka, hingga mereka bertemu Tuhan mereka. Pertemuan kaum saleh dengan Tuhannya meliputi dua jenis : Pertama, pertemuan di dunia yaitu melalui hati dan nurani kaum saleh, dan ini termasuk jarang terjadi. Kedua, pertemuan di Akhirat. Kaum saleh baru bisa merasakan kebahagian dan kecerian setelah bertemu dengan Tuhan mereka, meskipun sebelumnya musibah (kesediahan) terus-menerus menimpa.
Setelah berbicara tentang nafsu, Syekh Abdul Qadir al-Jailani melanjutkan):
Wahai pemuda ! Cegahlah nafsu dari syahwat kesenangan dan kelezatan. Berilah dia makanan yang suci tanpa najis. Makan yang suci adalah makanan halal. Adapun makanan yang najis adalah haram. Kemudian tutur Syekh lagi, berilah dia sarapan yang hala hingga dia tidak menjadi sombong, tinggi hati dan kurang ajar. Ya Allah kenalkanlah kami dengan-Mu hingga kami mengenal-Mu Amiin
sumber :

Do'a Bangun Tidur
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَاناَ بَعْـدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ
"Segala puji bagi Allah yang membangunkan kami setelah ditidurkan - Nya dan kepada - Nya kami dibangkitkan"
Do'a Ketika Mengenakan Pakaian
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَسَانِيْ هَذَا (الثَّوْبَ) وَرَزَقَنِيْهِ مِن ْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّيْ وَلاَ قُوَّةٍ.
"Segala puji bagi Allah yang telah memberikan pakaian ini kepadaku sebagai rezeki dari pada - Nya tanpa daya dan kekuatan dariku"
Do'a Mengenakan Pakaian Baru
اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيْهِ، أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَا صُنِعَ لَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ.
"Ya, Allah, hanya milik - Mu segala puji, Engkaulah yang memberi pakaian ini kepadaku. Aku mohon kepada - Mu untuk memperoleh kebaikannya dan kebaikan yang ia diciptakan karenanya. Aku berlindung kepada - Mu dari kejahatannya dan kejahatan yang ia ciptakan karena - Nya"
Do'a Masuk WC
(بِسْمِ اللهِ) اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ.
"Dengan nama Allah, Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada - Mu dari godaan setan laki-laki dan perempuan"
"Orang yang (keluar dari rumahnya) mencari ilmu, para malaikat akan mengantar kepergiannya sehingga dia pulang (ke rumahnya)" (Sayyidina Ali r.a)
"Orang Alim adalah lampu Allah di bumi. Maka barang siapa yang Allah menghendaki kebaikan baginya, dia akan cahaya (ilmu) itu" (Sayyidina Ali r.a)
"Kedudukan orang alim bagaikan pohon kurma, engkau menunggu kapan buahnya jatuh kepadamu" (Sayyidina Ali r.a)
"Orang alim lebih utama dari pada orang yang berpuasa, mengerjakan shalat malam (tahajud), dan yang berjihad di jalan Allah. Jika seorang alim meninggal, maka terjadi lubang dalam islam yang tidak tertutupi sehingga datang orang alim lain yang datang kemudian (menggantikannya)" (Sayyidina Ali r.a)
"Orang yang alim adalah yang mengetahui bahwa apa yang diketahuinya, jika dibandingkan dengan apa yang tidak diketahuinya, sangatlah sedikit. Maka, karena itulah dia menganggap dirinya bodoh. Oleh karena itu, bertambahlah kesungguhannya dalam mencari ilmu karena pengetahuannya akan hal itu" (Sayyidina Ali r.a)
"Kesalahan yang dilakukan seorang alim seperti kapal yang pecah, maka ia tenggelam dan tenggelam pula bersamanya banyak orang" (Sayyidina Ali r.a)
"Jika seorang alim tertawa satu kali, maka dia telah membuang satu ilmu dari dirinya" (Sayyidina Ali r.a)
"Ujub adalah lawan kebenaran" (Sayyidina Ali r.a)
"Tidak ada pujian bersama kesombongan" (Sayyidina Ali r.a)
"Aib yang paling sulit diperbaiki adalah ujub dan keras kepala" (Sayyidina Ali r.a)
"Ujubnya seseorang terhadap dirinya sendiri adalah salah satu pendengki akalnya" (Sayyidina Ali r.a)
"Banyak orang yang kagum akan dirinya sendiri disebabkan oleh perkataan pujian terhadap dirinya" (Sayyidina Ali r.a)
"Kebanggaan yang paling besar adalah hendaknya engkau jangan berbangga" (Sayyidina Ali r.a)
"Jika orang-orang rendah terdidik, mereka sombong; dan jika menjadi kaya, mereka bertindak sewenang-wenang" (Sayyidina Ali r.a)
"Jika seseorang telah sampai dan dunia ini melebihi kadarnya, akhlaknya menjadi asing bagi manusia" (Sayyidina Ali r.a)
"Sekiranya Allah mengijinkan kesombongan kepada seseorang di antara hamba-hamba-Nya, niscaya Dia akan mengijinkannya kepada nabi-nabi-Nya dan wali-wali-Nya yang khusus. Akan tetapi, Allah SWT tidak menghendaki mereka sombong, dan Dia senang jika mereka tawadhu. Maka, mereka pun menempelkan pipi ke tanah, membenamkan wajah mereka ke dalam debu, dan merendahkan diri mereka terhadap orang-orang yang beriman. Mereka adalah golongan yang tertindas" (Sayyidina Ali r.a)
"Janganlah engkau menghancurkan kebaikanmu dengan kebanggaan dan kesombongan" (Sayyidina Ali r.a)
"Berlaku lemah lembutlah dan bersabarlah, niscaya engkau akan terhormat; dan janganlah engkau ujub, karena jika engkau ujub, niscaya engkau akan dibenci dan dipandang rendah" (Sayyidina Ali r.a)
"Tidak ada kesendirian yang lebih mengasingkan daripada ujub" (Sayyidina Ali r.a)
"Mengapa anak adam menyombongkan dirinya? Sesungguhnya permulaannya adalah sperma dan akhirnya adalah bangkai. Dia tidak dapat memberikan rezeki kepada dirinya sendiri dan tidak dapat menolak kematiannya" (Sayyidina Alli r.a)
"Sesuatu yang tidak baik diucapkan oleh seseorang - walaupun dia benar - adalah memuji dirinya sendiri" (Sayyidina Ali r.a)
"Kedengkian adalah cacat dalam agama" (Sayyidina Ali r.a)
"Kedengkian adalah kesedihan yang pasti, pikiran yang kacau, dan kesusahan yang terus-menerus. Kenikmatan bagi orang yang didengki adalah nikmat, sementara bagi orang yang dengki adalah malapetaka" (Sayyidina Ali r.a)
"Kedengkian adalah perangai yang rendah, dan diantara kerendahannya bahwasanya ia menimpa orang yang paling dekat, kemudian yang lebih dekat lagi" (Sayyidina Ali r.a)
"Sehatnya badan karena sedikitnya dengki" (Sayyidina Ali r.a)
"Orang yang dengki, mendengki kepada orang yang tidak ada dosa padanya" (Sayyidina Ali r.a)
"Kedengkian seorang teman adalah penyakit kecintaan" (Sayyidina Ali r.a)
"Kedengkian diwariskan, sebagaimana diwariskannya harta" (Sayyidina Ali r.a)
"Orang yang dengki melihat hilangnya kenikmatan darimu sebagai kenikmatan baginya" (Sayyidina Ali r.a)
"Jika Allah berkehendak menguasakan seorang hamba kepada seorang musuh yang tidak mempunyai belas kasihan kepadanya, maka Dia menguasakannya kepada seorang pendengki" (Sayyidina Ali r.a)
"Janganlah kalian saling mendengki karena sesungguhnya dengki itu memakan iman, sebagaimana api memakan kayu bakar" (Sayyidina Ali r.a)
"Seseorang yang dengki tidak akan pernah merasa puas terhadapmu sehingga salah seorang dari kalian berdua meninggal dunia" (Sayyidina Ali r.a)
"Jika engkau melayani seorang pemimpin, maka janganlah engkau memakai pakaian yang sama dengannya, mengendarai kendaraan yang sama dengannya, dan mengambil pelayan yang semisal dengan pelayan-pelayannya, maka kemungkinan engkau akan selamat darinya" (Sayyidina Ali r.a)
"Pemilikan menyebabkan kedengkian. Kedengkian menyebabkan kemarahan. Kemarahan menyebabkan perselisihan. Perselisihan menyebabkan perpecahan. Perpecahan menyebabkan kelemahan. Kelemahan menyebabkan kehinaan. Dan kehinaan menyebabkan hilangnya kekuasaan dan sirnanya kenikmatan" (Sayyidina Ali r.a)
Pilihan keputusan dan tindakan yang anda pilih terhadap segala hal dan segala situasi yang terjadi dalam hidup anda adalah kunci-kunci sukses. Pilihan keputusan dan tindakan yang membuat anda semakin dekat kepada - Nya adalah bentuk tanggungjawab tertinggi terhadap kesuksesan hidup anda.
Berdoalah kepada - Nya dengan menyampaikan kalimat-kalimat syukur karena Dia telah memberi segala sesuatu yang indah dan nikmat. Karena Dia akan memberi sesuai prasangka orang yang berdoa kepada - Nya.
Berpikir dan berbicaralah tentang nikmat dan kelebihan yang telah diberikan - Nya, hingga Dia terus memberikan keberlimpahan - Nya. Hindari berpikir dan berbicara tentang kesulitan yang belum tentu datang dari - Nya.
Jika anda dianugerahi ilham suatu cita-cita yang mulia maka segera arahkan cita-cita itu hanya kepada- Nya. Karena hanya Dia yang dapat membantu mewujudkan cita-cita mulia yang oleh orang lain dianggap tidak mungkin dicapai.
Cita-cita yang dihadapkan hanya kepada cinta - Nya akan menggelorakan semangat dalam meraihnya karena perolehan cinta dari - Nya sudah melebihi cita-cita itu sendiri.
Ketika jiwa raga hanya dipersembahkan kepada - Nya, keberanian meraih cita-cita tidak akan pernah sirna karena naungan - Nya adalah tempat paling aman dan paling nyaman.
Ketika seluruh ketakutan hanya ditujukan kepada - Nya, maka seluruh ketakutan dalam hidup ini menjadi tidak ada artinya.
Rasa takut kepada - Nya melahirkan jiwa raga yang taat dan rendah hati. Sementara ketakutan selain kepada diri - Nya membiakkan pemberontakan dan penghinaan.
Ketakutan dan cinta kepada - Nya akan melahirkan rasa aman dan menghadirkan rasa tentram. Sementara ketakutan dan cinta selain kepada - Nya hanya akan menumbuhkan ketakutan dan membangkitkan keresahan.
Hak adalah akibat sementara kewajiban adalah sebab. Mengapa kita menunggu dan menuntut akibat? sementara sebab untuk terjadinya akibat tidak kita jalankan.
Kata bahagia dan sukses mengandung unsur kewajiban dan hak. Laksanakan semua kewajiban yang diperintahkan - Nya maka bahagia dan sukses sejati akan langsung menjadi hak anda.
Ingatlah kepada - Nya ketika berbaring, duduk dan berdiri, maka kamu akan selalu ingat dimana hidupmu akan berakhir.
Mengejar dan menyelesaikan banyak hal dan pekerjaan adalah baik. Tetapi mengejar cinta - Nya dan karena - Nya hanya bisa menyelesaikan satu hal saja tetap jauh lebih berarti dan bermakna bagi seluruh kehidupanmu.
Seseorang yang terbakar oleh Cinta - Nya akan bisa mengguncang dunia. Seseorang yang dibelenggu cinta dunia akan diguncang oleh - Nya.
Motivasi adalah makanan yang bergizi. Motivasi untuk meraih cinta - Nya adalah makanan paling baik dan paling bergizi dari yang pernah ada, karena motivasi ini pasti datang dari - Nya.
Hanya anak-anak yang akan memilih untuk dimanjakan. Tetapi Dia menginginkan setiap orang menjadi kuat, mengenal - Nya dan mencintai - Nya maka Dia terus mengalirkan kasih sayang - Nya tanpa putus walaupun dalam bentuk kesulitan dan kesedihan.
Mengarahkan pikiran kita selalu kepada - Nya akan menarik perhatian seluruh alam kepada kita. Mencurahkan seluruh cinta hanya kepada - Nya akan menolehkan cinta seluruh mahluk kepada kita.
Satu-satunya cara paling efesien dan paling efektif untuk membangun kebiasaan berpikir positif adalah dengan selalu ingat kepada - Nya.
Bersabar karena - Nya berarti kita merumuskan pilihan, memilih pilihan hidup yang benar dan melaksanakan pilihan tersebut dengan sebaik-baiknya. Pasrah kepada - Nya berarti selalu mengharapkan ridha dari - Nya dan ridha atas segala hasil dari pilihan yang telah kita ambil dari berbagai pilihan yang ada.
Bersyukur kepada - Nya berarti menerima dan memuji - Nya dengan setulus hati atas segala hasil dari pilihan hidup yang telah kita lakukan walaupun itu mungkin terasa pahit.
Kualitas kehidupan kita akan dapat terus diringkatkan ketika kita selalu mendengarkan - Nya.
Pemikir positif adalah orang yang bersabar dan bersyukur. Pemikir positif akan melihat suatu kesulitan sebagai bentuk kasih sayang dari - Nya agar ia bisa melakukan segala sesuatu dengan labih baik lagi.