
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang"
"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (Q.S. Al-Alaq [96] : 1-5)
A. Pentingnya Kemampuan Membaca
Membaca adalah merupakan kebutuhan primer bagi setiap manusia. Kemampuan membaca (tulisan/aksara) telah diyakini secara umum sebagai langkah awal untuk meraih kesuksesan dalam menjalani kehidupan didunia ini. Karena itu dijaman modern ini, kita dapat melihat bagaimana setiap orang tua berusaha dengan sungguh-sungguh agar anaknya mempunyai kemampuan membaca. Kemampuan membaca bahkan telah diajarkan sejak masa kanak-kanak. Anak-anak yang masih berumur dibawah lima tahunpun saat ini sudah lazim diajarkan membaca. Sehingga saat ini kemampuan membaca (bahkan berhitung) sepertinya telah dijadikan syarat bagai seorang anak agar diterima di sekolah Dasar (SD).
Dengan adanya kemampuan membaca maka setiap orang kemudian akan mempunyai kemampuan dasar untuk belajar dan mengembangkan dirinya. Dengan kemampuan membaca maka seseorang dapat mendorong dirinya untuk belajar sebanyak-banyaknya melalui membaca berbagai buku dan literatur lainnya sehingga kemajuan dirinya dapat terus ditingkatkan dengan lebih cepat. Dengan kemampuan membaca maka seseorang akan dapat membaca berbagai buku hingga ilmu dan pengetahuannya semakin bertambah. Dan pada akhirnya tingkat kemampuan membaca menjadi pondasi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Semakin tinggi tingkat kemampuan membaca seseorang maka akan semakin tinggi kemampuannya dalam meningkatkan kesejahteraan dirinya dikarenakan ilmu dan pengetahuannya yang terus bertambah. Dalam tingkatan suatu wilayah atau negara, dapat juga disebutkan bahwa semakin tinggi tingkat kemampuan membaca masyarakat disuatu negara maka akan semakin tinggi tingkat kemampuan negara tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan dirinya. Berdasarkan hal ini maka setiap negara-pun berlomba untuk memerangi buta aksara dimasyarakatnya.
Melek aksara, disebut juga dengan melek huruf, adalah kemampuan membaca dan menulis1. Di negara Indonesia, pemerintah telah melakukan survey secara periodik untuk mengukur Angka Melek Huruf (AMH), yaitu prosentase penduduk usia 15 tahun keatas yang bisa membaca dan menulis serta mengerti kalimat sederhana dalam hidupnya sehari-hari2. Angka melek huruf ini sangat berguna untuk :
Untuk memberantas buta aksara atau meningkatkan angka melek huruf ini pemerintah mempunyai program khusus pemberantasan buta huruf / buta aksara yang dianggaran dalam APBN / APBD dan dijalankan setiap tahunnya. Dengan peningkatan angka melek huruf ini maka diharapkan bahwa kesejahteraan masyarakat dapat semakin ditingkatkan dan angka atau jumlah penduduk miskin dapat semakin menurun.
Penurunan buta aksara / buta huruf telah menjadi perhatian dunia, sehingga PBB pun setiap tahunnya mempublikasikan suatu laporan (United Nation Develeopment Programe Reports) yang didalamnya memuat daftar negara menurut tingkat melek huruf - nya. Berdasarkan data laporan tahun 2005 menunjukkan bahwa terdapat 21 negara yang berada pada peringkat pertama atau di kelompok atas, diantaranya adalah negara australia (100 %), austria (100 %), Belanda (99,9%), Brasil (99,9%), Belgia (99,9%), Britania Raya (99,9%), Finlandia (99,9%), Jepang (99,9%), Jerman (99,9%), Perancis (99,9%), Selandia Baru (99,9%), hingga Swiss (99,9%). Sementara di kelompok menengah terdapat cukup banyak negara yang diantaranya adalah Qatar (89,2%), Malaysia (88,7%), Turki (88,3%), Suriname (88,0%), Indonesia (87,9%, Bahrain (87,7%) dan seterusnya3.
Disisi lain, PBB setiap tahunnya juga mempublikasikan suatu laporan internasional berupa laporan pembangunan manusia (Human Development Report) yang didalamnya memuat daftar tingkatan negara menurut berdasarkan pada Indeks Pembangunan Manusia / IPM (Human Development Index / HDI), yaitu suatu indeks yang digunakan untuk mengukur tingkat perkembangan manusia yang ada di suau wilayah (negara) berdasarkan pada variabel harapan hidup, melek huruf, pendidikan dan standar hidup. IPM ini digunakan untuk mengklasifikasikan apakah sebuah negara adalah negara maju, negara berkembang atau negara terbelakang dan juga untuk mengukur pengaurh kebijakan ekonomi terhadap kualitas hidup4.
Laporan yang dipublikasikan oleh PBB tersebut diatas menunjukkan bahwa melek huruf (baca : kemampuan membaca) sangatlah penting dalam proses pembangunan dan peningkatan kesejahteraan. Laporan-laporan tersebut juga menunjukkan bahwa tingkat melek huruf disuatu negara berkorelasi dengan tingkat kesejahteraan masyarakat di negara tersebut. Untuk mendorong peningkatan kesejahteraan dunia, maka para kepala negara dari anggota PBB pun telah menyepakati 8 Sasaran Pembangunan Millenium (Millenium Development Goals / MDGs) yang salah satu sasarannya adalah pemerataan pendidikan dasar yaitu bahwa pada tahun 2015 seluruh anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan, telah mendapatkan dan menyelesaikan tahap pendidikan dasar5. Pendidikan dasar adalah tingkatan pendidikan dimana kemampuan membaca diajarkan pada seseorang dan diasah secara sempurna.
Jika kita perhatikan lagi lebih lanjut, maka akan kita dapatkan bahwa di negara-negara yang tingkat melek huruf - nya sangat tinggi maka tingkat produktivitas kerjanya juga tinggi, tingkat inovasi dan kreativitasnya juga tinggi, produk-produk baru banyak dihasilkan, pengajuan patent semakin tinggi, tingkat penganggurannya rendah dan tingkat pendapatan - nya pun semakin tinggi. Negara dengan tingkat melek huruf yang semakin tinggi apalagi jika ditunjang dengan tingkat pendidikan masyarakatnya yang semakin tinggi maka penguasaan akan ilmu dan tekhnologi juga semakin tinggi.
Ditingkatan individu kita bisa menyebut banyak nama orang sukses yang berhasil karena dia mempunyai kemauan dan kemampuan belajar dengan membaca berbagai buku dan literatur hingga bisa menghasilkan suatu produk yang dibutuhkan oleh masyarakat. Seseorang yang terus belajar akan mempunyai ilmu dan pengetahuan yang terus berkembang hingga ia bisa melaksanakan pekerjaannya dengan baik, hingga ia bia terus menghasilkan berbagai inovasi produk dan seterusnya hingga dirinya semakin mandiri dan sejahtera. Demikianlah sunatullah yang berlaku bahwa orang yang mempunyai ilmu pengetahuan yang lebih akan mempunyai kedudukan lebih dibandingkan orang yang ilmu pengetahuannya lebih rendah. Negara yang mampu belajar hinga dapat menguasai ilmu, pengetahuan dan tekhnologi akan mempunyai derajat kedudukan yang lebih dibandingkan negara yang penguasaan atas ilmu, pengetahuannya dan tekhnologinya lebih rendah.
"...., niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Q.S. Al-Mujaadilah [58] : 22)
Uraian diatas sudahlah cukup untuk menunjukkan betapa pentingnya kemampuan membaca bagi seseorang, betapa pentingnya kemampuan membaca yang dimiliki oleh masyarakat bagi perkembangan suatu negara. Kemampuan membaca akan menghasilkan penguasaan terhadap ilmu, pengetahuan dan tekhnologi yang semakin meningkat, hingga bisa berkreasi dan berinovasi untuk mengolah sumberdaya alam yang ada dibumi ini untuk menghasilkan berbagai produk yang dibutuhkan oleh umat manusia.
"....Ya Rabb, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan." (Q.S. Thaahaa [20] : 114)
Catatan :
Do'a Bangun Tidur
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَاناَ بَعْـدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ
"Segala puji bagi Allah yang membangunkan kami setelah ditidurkan - Nya dan kepada - Nya kami dibangkitkan"
Do'a Ketika Mengenakan Pakaian
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَسَانِيْ هَذَا (الثَّوْبَ) وَرَزَقَنِيْهِ مِن ْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّيْ وَلاَ قُوَّةٍ.
"Segala puji bagi Allah yang telah memberikan pakaian ini kepadaku sebagai rezeki dari pada - Nya tanpa daya dan kekuatan dariku"
Do'a Mengenakan Pakaian Baru
اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيْهِ، أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَا صُنِعَ لَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ.
"Ya, Allah, hanya milik - Mu segala puji, Engkaulah yang memberi pakaian ini kepadaku. Aku mohon kepada - Mu untuk memperoleh kebaikannya dan kebaikan yang ia diciptakan karenanya. Aku berlindung kepada - Mu dari kejahatannya dan kejahatan yang ia ciptakan karena - Nya"
Do'a Masuk WC
(بِسْمِ اللهِ) اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ.
"Dengan nama Allah, Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada - Mu dari godaan setan laki-laki dan perempuan"
"Orang yang (keluar dari rumahnya) mencari ilmu, para malaikat akan mengantar kepergiannya sehingga dia pulang (ke rumahnya)" (Sayyidina Ali r.a)
"Orang Alim adalah lampu Allah di bumi. Maka barang siapa yang Allah menghendaki kebaikan baginya, dia akan cahaya (ilmu) itu" (Sayyidina Ali r.a)
"Kedudukan orang alim bagaikan pohon kurma, engkau menunggu kapan buahnya jatuh kepadamu" (Sayyidina Ali r.a)
"Orang alim lebih utama dari pada orang yang berpuasa, mengerjakan shalat malam (tahajud), dan yang berjihad di jalan Allah. Jika seorang alim meninggal, maka terjadi lubang dalam islam yang tidak tertutupi sehingga datang orang alim lain yang datang kemudian (menggantikannya)" (Sayyidina Ali r.a)
"Orang yang alim adalah yang mengetahui bahwa apa yang diketahuinya, jika dibandingkan dengan apa yang tidak diketahuinya, sangatlah sedikit. Maka, karena itulah dia menganggap dirinya bodoh. Oleh karena itu, bertambahlah kesungguhannya dalam mencari ilmu karena pengetahuannya akan hal itu" (Sayyidina Ali r.a)
"Kesalahan yang dilakukan seorang alim seperti kapal yang pecah, maka ia tenggelam dan tenggelam pula bersamanya banyak orang" (Sayyidina Ali r.a)
"Jika seorang alim tertawa satu kali, maka dia telah membuang satu ilmu dari dirinya" (Sayyidina Ali r.a)
"Ujub adalah lawan kebenaran" (Sayyidina Ali r.a)
"Tidak ada pujian bersama kesombongan" (Sayyidina Ali r.a)
"Aib yang paling sulit diperbaiki adalah ujub dan keras kepala" (Sayyidina Ali r.a)
"Ujubnya seseorang terhadap dirinya sendiri adalah salah satu pendengki akalnya" (Sayyidina Ali r.a)
"Banyak orang yang kagum akan dirinya sendiri disebabkan oleh perkataan pujian terhadap dirinya" (Sayyidina Ali r.a)
"Kebanggaan yang paling besar adalah hendaknya engkau jangan berbangga" (Sayyidina Ali r.a)
"Jika orang-orang rendah terdidik, mereka sombong; dan jika menjadi kaya, mereka bertindak sewenang-wenang" (Sayyidina Ali r.a)
"Jika seseorang telah sampai dan dunia ini melebihi kadarnya, akhlaknya menjadi asing bagi manusia" (Sayyidina Ali r.a)
"Sekiranya Allah mengijinkan kesombongan kepada seseorang di antara hamba-hamba-Nya, niscaya Dia akan mengijinkannya kepada nabi-nabi-Nya dan wali-wali-Nya yang khusus. Akan tetapi, Allah SWT tidak menghendaki mereka sombong, dan Dia senang jika mereka tawadhu. Maka, mereka pun menempelkan pipi ke tanah, membenamkan wajah mereka ke dalam debu, dan merendahkan diri mereka terhadap orang-orang yang beriman. Mereka adalah golongan yang tertindas" (Sayyidina Ali r.a)
"Janganlah engkau menghancurkan kebaikanmu dengan kebanggaan dan kesombongan" (Sayyidina Ali r.a)
"Berlaku lemah lembutlah dan bersabarlah, niscaya engkau akan terhormat; dan janganlah engkau ujub, karena jika engkau ujub, niscaya engkau akan dibenci dan dipandang rendah" (Sayyidina Ali r.a)
"Tidak ada kesendirian yang lebih mengasingkan daripada ujub" (Sayyidina Ali r.a)
"Mengapa anak adam menyombongkan dirinya? Sesungguhnya permulaannya adalah sperma dan akhirnya adalah bangkai. Dia tidak dapat memberikan rezeki kepada dirinya sendiri dan tidak dapat menolak kematiannya" (Sayyidina Alli r.a)
"Sesuatu yang tidak baik diucapkan oleh seseorang - walaupun dia benar - adalah memuji dirinya sendiri" (Sayyidina Ali r.a)
"Kedengkian adalah cacat dalam agama" (Sayyidina Ali r.a)
"Kedengkian adalah kesedihan yang pasti, pikiran yang kacau, dan kesusahan yang terus-menerus. Kenikmatan bagi orang yang didengki adalah nikmat, sementara bagi orang yang dengki adalah malapetaka" (Sayyidina Ali r.a)
"Kedengkian adalah perangai yang rendah, dan diantara kerendahannya bahwasanya ia menimpa orang yang paling dekat, kemudian yang lebih dekat lagi" (Sayyidina Ali r.a)
"Sehatnya badan karena sedikitnya dengki" (Sayyidina Ali r.a)
"Orang yang dengki, mendengki kepada orang yang tidak ada dosa padanya" (Sayyidina Ali r.a)
"Kedengkian seorang teman adalah penyakit kecintaan" (Sayyidina Ali r.a)
"Kedengkian diwariskan, sebagaimana diwariskannya harta" (Sayyidina Ali r.a)
"Orang yang dengki melihat hilangnya kenikmatan darimu sebagai kenikmatan baginya" (Sayyidina Ali r.a)
"Jika Allah berkehendak menguasakan seorang hamba kepada seorang musuh yang tidak mempunyai belas kasihan kepadanya, maka Dia menguasakannya kepada seorang pendengki" (Sayyidina Ali r.a)
"Janganlah kalian saling mendengki karena sesungguhnya dengki itu memakan iman, sebagaimana api memakan kayu bakar" (Sayyidina Ali r.a)
"Seseorang yang dengki tidak akan pernah merasa puas terhadapmu sehingga salah seorang dari kalian berdua meninggal dunia" (Sayyidina Ali r.a)
"Jika engkau melayani seorang pemimpin, maka janganlah engkau memakai pakaian yang sama dengannya, mengendarai kendaraan yang sama dengannya, dan mengambil pelayan yang semisal dengan pelayan-pelayannya, maka kemungkinan engkau akan selamat darinya" (Sayyidina Ali r.a)
"Pemilikan menyebabkan kedengkian. Kedengkian menyebabkan kemarahan. Kemarahan menyebabkan perselisihan. Perselisihan menyebabkan perpecahan. Perpecahan menyebabkan kelemahan. Kelemahan menyebabkan kehinaan. Dan kehinaan menyebabkan hilangnya kekuasaan dan sirnanya kenikmatan" (Sayyidina Ali r.a)
Pilihan keputusan dan tindakan yang anda pilih terhadap segala hal dan segala situasi yang terjadi dalam hidup anda adalah kunci-kunci sukses. Pilihan keputusan dan tindakan yang membuat anda semakin dekat kepada - Nya adalah bentuk tanggungjawab tertinggi terhadap kesuksesan hidup anda.
Berdoalah kepada - Nya dengan menyampaikan kalimat-kalimat syukur karena Dia telah memberi segala sesuatu yang indah dan nikmat. Karena Dia akan memberi sesuai prasangka orang yang berdoa kepada - Nya.
Berpikir dan berbicaralah tentang nikmat dan kelebihan yang telah diberikan - Nya, hingga Dia terus memberikan keberlimpahan - Nya. Hindari berpikir dan berbicara tentang kesulitan yang belum tentu datang dari - Nya.
Jika anda dianugerahi ilham suatu cita-cita yang mulia maka segera arahkan cita-cita itu hanya kepada- Nya. Karena hanya Dia yang dapat membantu mewujudkan cita-cita mulia yang oleh orang lain dianggap tidak mungkin dicapai.
Cita-cita yang dihadapkan hanya kepada cinta - Nya akan menggelorakan semangat dalam meraihnya karena perolehan cinta dari - Nya sudah melebihi cita-cita itu sendiri.
Ketika jiwa raga hanya dipersembahkan kepada - Nya, keberanian meraih cita-cita tidak akan pernah sirna karena naungan - Nya adalah tempat paling aman dan paling nyaman.
Ketika seluruh ketakutan hanya ditujukan kepada - Nya, maka seluruh ketakutan dalam hidup ini menjadi tidak ada artinya.
Rasa takut kepada - Nya melahirkan jiwa raga yang taat dan rendah hati. Sementara ketakutan selain kepada diri - Nya membiakkan pemberontakan dan penghinaan.
Ketakutan dan cinta kepada - Nya akan melahirkan rasa aman dan menghadirkan rasa tentram. Sementara ketakutan dan cinta selain kepada - Nya hanya akan menumbuhkan ketakutan dan membangkitkan keresahan.
Hak adalah akibat sementara kewajiban adalah sebab. Mengapa kita menunggu dan menuntut akibat? sementara sebab untuk terjadinya akibat tidak kita jalankan.
Kata bahagia dan sukses mengandung unsur kewajiban dan hak. Laksanakan semua kewajiban yang diperintahkan - Nya maka bahagia dan sukses sejati akan langsung menjadi hak anda.
Ingatlah kepada - Nya ketika berbaring, duduk dan berdiri, maka kamu akan selalu ingat dimana hidupmu akan berakhir.
Mengejar dan menyelesaikan banyak hal dan pekerjaan adalah baik. Tetapi mengejar cinta - Nya dan karena - Nya hanya bisa menyelesaikan satu hal saja tetap jauh lebih berarti dan bermakna bagi seluruh kehidupanmu.
Seseorang yang terbakar oleh Cinta - Nya akan bisa mengguncang dunia. Seseorang yang dibelenggu cinta dunia akan diguncang oleh - Nya.
Motivasi adalah makanan yang bergizi. Motivasi untuk meraih cinta - Nya adalah makanan paling baik dan paling bergizi dari yang pernah ada, karena motivasi ini pasti datang dari - Nya.
Hanya anak-anak yang akan memilih untuk dimanjakan. Tetapi Dia menginginkan setiap orang menjadi kuat, mengenal - Nya dan mencintai - Nya maka Dia terus mengalirkan kasih sayang - Nya tanpa putus walaupun dalam bentuk kesulitan dan kesedihan.
Mengarahkan pikiran kita selalu kepada - Nya akan menarik perhatian seluruh alam kepada kita. Mencurahkan seluruh cinta hanya kepada - Nya akan menolehkan cinta seluruh mahluk kepada kita.
Satu-satunya cara paling efesien dan paling efektif untuk membangun kebiasaan berpikir positif adalah dengan selalu ingat kepada - Nya.
Bersabar karena - Nya berarti kita merumuskan pilihan, memilih pilihan hidup yang benar dan melaksanakan pilihan tersebut dengan sebaik-baiknya. Pasrah kepada - Nya berarti selalu mengharapkan ridha dari - Nya dan ridha atas segala hasil dari pilihan yang telah kita ambil dari berbagai pilihan yang ada.
Bersyukur kepada - Nya berarti menerima dan memuji - Nya dengan setulus hati atas segala hasil dari pilihan hidup yang telah kita lakukan walaupun itu mungkin terasa pahit.
Kualitas kehidupan kita akan dapat terus diringkatkan ketika kita selalu mendengarkan - Nya.
Pemikir positif adalah orang yang bersabar dan bersyukur. Pemikir positif akan melihat suatu kesulitan sebagai bentuk kasih sayang dari - Nya agar ia bisa melakukan segala sesuatu dengan labih baik lagi.