
"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang"
"Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta ta'atlah; dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya maka mereka itulah orang-orang yang beruntung" (Q.S. At-Taghaabun [64] : 16)
Kehidupan dunia saat ini semakin hari terasa semakin memacu setiap insan manusia untuk bergerak semakin cepat. Kehidupan dunia saat ini telah menggerakkan setiap insan manusia untuk berpacu mengambil setiap kesempatan yang datang padanya, yang seringkali diputuskan dalam bingkai keuntungan materi dan bahkan dilakukan tanpa menghiraukan serta peduli pada keadaan sekitarnya. Bahkan seringkali pula ketidakpedulian ditunjukkan kepada orang yang sebenarnya, disadari ataupun tidak, adalah orang yang telah memberikan perhatian, bantuan dan rasa kasihnya.
Kehidupan dunia saat ini, sepertinya tanpa disadari, telah memacu setiap insan manusia untuk terus bergerak hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya didunia ini saja. Setiap hari dapat disaksikan, bagaimana seseorang begitu sibuk. Pagi sekali sudah berangkat kerja dari tempatnya tinggal, begitu sampai di tempatnya bekerja sudah langsung disibukkan dengan setumpuk pekerjaan hingga sore menjelang bahkan hingga malam datang. Malampun dia kembali pulang ke rumahnya berkumpul bersama keluarganya, dengan kemungkinan besar mendapatkan anak-anaknya sudah terlelap tidur. Sampai dirumah diapun cepat-cepat beristirahat karena besok harus berangkat bekerja kembali dipagi hari. Begitu terus setiap hari dilalui, bahkan hari sabtu dan minggu yang dikatakan sebagai hari liburpun seringkali dilalui untuk meraih berbagai kesempatan memperoleh materi, mewujudkan mimpi-mimpi untuk hidup enak didunia ini.
Kehidupan yang dijalani oleh hampir kebanyakan manusia saat ini, tanpa disadari telah membelenggu dirinya sendiri. Terbelenggu dengan doktrin-doktrin yang tanpa disadarinya tertanam dengan kuat dalam dirinya, dalam jiwanya. Dari masa kecil hingga masa tua, kebanyakan manusia telah mendapatkan doktrin untuk mencari kelimpahan materi secara massive yang kemudian membelenggu dirinya. Sedikit demi sedikit hal ini telah membuat diri manusia menjadi mahluk yang egois, yang hanya melihat kepentingan dan kemauannya sendiri saja. Inilah dunia penuh amarah, dimana kendali kehidupan dipegang oleh logika. Tanpa disadari juga, setiap manusia pernah berada dalam dunia ini. Saya - pun mengalaminya, hidup dengan menempatkan jiwa dalam dunia amarah.
Tetapi ternyata Allah swt benar-benar Maha Pengasih dan Maha Penyayang kepada seluruh hamba-Nya. Dia selalu menyapa seluruh hamba-hambanya setiap saat tiada henti. Dengan berbagai cara Dia selalu menyapa dan mengingatkan hamba-hambanya, tetapi sapaan itu lebih sering tidak didengar karena manusia didunia amarah telah menjadi tuli, bisu dan buta hingga tidak bisa mendengar sapaan dan kehadiran Allah swt.
"Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar)" (Q.S. Al-Baqarah [2] : 18)
Karena telah menjadi tuli, bisu dan buta maka kehadiran Allah swt yang begitu dekat tidak lagi dapat dilihat dan dirasakan. Padahal Allah swt sendiri sudah menyampaikan bahwa Dia sangatlah dekat dengan hamba-hamba - Nya.
"Dan apabila hamba-hamba - Ku bertanta kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat...."
(Q.S. Al-Baqarah [2] : 186)
Karena telah menjadi tuli, bisu dan buta maka kehadiran Allah swt yang begitu dekat tidak lagi dapat dilihat dan dirasakan. Padahal Allah swt sendiri sudah menyampaikan bahwa dimanapun seseorang berada dan kemanapun seseorang menghadap, bahkan berhadapan dengan siapapun seseorang, maka disana ada wajah - Nya.
"Dan kepunyaan Allah - lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui" (Q.S. Al-Baqarah [2] : 115)
Allah swt selalu menyapa setiap insan manusia, tetapi hanya sedikit saja yang mau dan dapat mendengarnya. Allah swt selalu menampakkan diri - Nya dimanapun seseorang berada, hanya segelintir hamba-hamba - Nya yang mau dan dapat melihat - Nya. Sapaan dan kehadiran - Nya, pertama-tama memang seringkali dilakukan dengan sangat lembut dan halus sehingga jika seorang manusia berada dalam kondisi yang selalu merasa diburu waktu untuk bergerak cepat meraih semua mimpi-mimpi duniawinya, sapaan dan kehadiran - Nya menjadi tidak terdengar, tidak terasa dan tidak diperhatikannya.
Sapaan dan kehadiran - Nya, sebenarnya dapat kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak hal yang bisa dirasakan sebagai sapaan dari - Nya, sebagai pengingat dari - Nya agar kita menjalankan segala perintah - Nya, sebagai bukti adanya kehadiran-Nya. Seperti ketika dalam perjalanan datang seorang peminta-minta, sering kita tidak acuh, tetapi tidakkah kita bisa merasakan bahwa Allah swt tengah berbicara kepada kita bahwa kita disapa dan diingatkan - Nya bahwa kita harus bersedekah. Betapa seringnya kita tidang memperdulikan hal ini, karena beranggapan itu bukanlah datang dari Allah swt. Malah mungkin kita beranggapan peminta-minta tersebut sebagai seorang pemalas, tidak mau bekerja.
Tidakkah kita pernah mendengar kumandang adzan? pasti sudah sering kita mendengar kumandang adzan. Tapi tidakkah kita menganggapnya sebagai panggilan dari Allah swt untuk bertemu dengan - Nya?. Kita lebih sering tidak mengacuhkan - Nya, dan menganggapnya hanya sebuah suara muadzin. Bahkan mungkin ada yang menganggapnya sebagai suara orang yang berteriak-teriak tidak karuan.
Belum pernahkah kita mendapatkan ajakan atau undangan untuk pergi ke masjid, ke pengajian atau ke majelis dzikir?, jika pernah mendapatkan ajakan tersebut mengapa kita tidak bisa mendengar sapaaan dan ajakan Allah swt kepada kita untuk berkumpul dengan-Nya. Bahkan seringkali ketika ajakan itu datang kita tidak menggubrisnya dan merasa tidak punya waktu.
Tidakkah kita pernah mendengar orang mengaji, membaca ayat-ayat suci Al-Quran? jika sering mendengarnya, mengapakah kita tidak mampu memahaminya sebagai sebuah peringatan dari-Nya bahwa kita harus mulai membiasakan mengaji Al-Quran secara rutin?.
Tidakkah kita pernah menerima seseorang yang menyampaikan salam, "assalamualaikkum wr wb", baik lisan maupun tertulis, kepada diri kita? tidakkah kita merasa itu adalah salam hangat yang Allah swt sampaikan kepada kita. Mengapakah pula kita membalas salam itu, sudah pantaskah kita mengacuhkan - Nya?.
"Bukankah ayat-ayat - Ku telah dibacakan kepadamu sekalian, tetapi kamu selalu mendustakannya?"
(Q.S. Al-Mu'minuun [23] : 105)
Betapa seringnya sapaan dan kehadiran - Nya yang lembut dan halus tersebut diabaikan. Tetapi Allah swt adalah Maha Pengasih dan Maha Penyayang, maka dia kembali menyapa dan menampakkan kehadiran - Nya tetapi dengan kondisi yang lebih tegas dan jelas lagi. Dengan kondisi ini seringkali kita dibuat tidak berdaya agar bisa benar-benar merasakan sapaan dan kehadiran - Nya.
Tidakkah kita pernah mengalami sakit? apakah ketika sakit kita tidak merasakan kehadiran - Nya? dalam keadaan sakit sebenarnya Dia sedang menyapa dan menghadir diri-Nya. Tidakkah kita diingatkan siapa yang mempunyai kuasa untuk mendatangkan sakit dan kemudian menyembuhkannya?.
Bukankah telah sampai gempa dan banjir serta berbagai fenomena alam yang kita sebut sebagai bencana alam? bukankah itu sapanan Allha swt agar kikta semakin menyadari bahwa ada yang Maha Kuasa, Maha Menggerakkan dan Maha Mengatur alam ini, bahwa ada Rabb Al - Alamin.
"Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata.
Dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman." (Q.S. Asy-Syu'araa' [26] : 174)
"dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkanNya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya; dan pada perkisaran angin terdapat pula tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal." (Q.S. Al-Jaatsiyah [45] : 5)
Begitu banyak dan sangat banyak, bahkan tidak terhitung dan tidak mungkin semuanya dituliskan, sapaan dan kehadiran - Nya dalam setiap detik waktu kehidupan yang dijalani di dunia ini, dalam setiap hirupan dan hembusan napas. Sebaliknya tidak terhitung pula, pengabaian dan ketidakpedulian yang telah dilakukan dan diperbuat.
"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur'an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?." (Q.S. Fushshilat [41] : 53)
"Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa melihat (kebenaran itu), maka (manfa`atnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara (mu)." (Q.S. Al-An'aam [6] : 104)
Seringkali sapaan-sapaan tersebut tidak juga cukup untuk menyadarkan bahwa Dia ada dan menunggu setiap hamba - Nya untuk kembali kepada - Nya. Hingga Dia kembali menyapa, tetapi sapaan kali ini adalah sapaan yang bisa dikatakan keras. Sapaan ini muncul dalam bentuk dimunculkannya suatu situasi dimana seseorang benar-benar dalam kondisi tidak berdaya, begitu banyak permasalahan, kesengsaraan dan kesakitan yang dialami dalam hidup yang tidak dapat dipecahkan dengan kemampuan manusia biasa, selain memohon ampunan dan pertolongan dari - Nya.
"maka mereka ditimpa azab. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti yang nyata. Dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman." (Q.S. Asy-Syu'araa' [26 ] : 158)
Sapaan-sapaan itu telah datang kepada diri saya, tetapi sangat lambat saya menyadari dan mendengarnya. Mulai saat ini saya mulai belajar untuk menerima apapun yang terjadi dalam hidup ini sebagai buah dari kehadiran - Nya, sebagai sebuah sapaan dan penyampaian pesan dari - Nya,
"Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan negeri-negeri di sekitarmu dan Kami telah mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami berulang-ulang supaya mereka kembali (bertaubat)." (Q.S. Al-Ahqaaf [46] : 27)
{jcomments on}
Do'a Bangun Tidur
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَاناَ بَعْـدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ
"Segala puji bagi Allah yang membangunkan kami setelah ditidurkan - Nya dan kepada - Nya kami dibangkitkan"
Do'a Ketika Mengenakan Pakaian
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَسَانِيْ هَذَا (الثَّوْبَ) وَرَزَقَنِيْهِ مِن ْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّيْ وَلاَ قُوَّةٍ.
"Segala puji bagi Allah yang telah memberikan pakaian ini kepadaku sebagai rezeki dari pada - Nya tanpa daya dan kekuatan dariku"
Do'a Mengenakan Pakaian Baru
اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيْهِ، أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَا صُنِعَ لَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ.
"Ya, Allah, hanya milik - Mu segala puji, Engkaulah yang memberi pakaian ini kepadaku. Aku mohon kepada - Mu untuk memperoleh kebaikannya dan kebaikan yang ia diciptakan karenanya. Aku berlindung kepada - Mu dari kejahatannya dan kejahatan yang ia ciptakan karena - Nya"
Do'a Masuk WC
(بِسْمِ اللهِ) اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ.
"Dengan nama Allah, Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada - Mu dari godaan setan laki-laki dan perempuan"
"Orang yang (keluar dari rumahnya) mencari ilmu, para malaikat akan mengantar kepergiannya sehingga dia pulang (ke rumahnya)" (Sayyidina Ali r.a)
"Orang Alim adalah lampu Allah di bumi. Maka barang siapa yang Allah menghendaki kebaikan baginya, dia akan cahaya (ilmu) itu" (Sayyidina Ali r.a)
"Kedudukan orang alim bagaikan pohon kurma, engkau menunggu kapan buahnya jatuh kepadamu" (Sayyidina Ali r.a)
"Orang alim lebih utama dari pada orang yang berpuasa, mengerjakan shalat malam (tahajud), dan yang berjihad di jalan Allah. Jika seorang alim meninggal, maka terjadi lubang dalam islam yang tidak tertutupi sehingga datang orang alim lain yang datang kemudian (menggantikannya)" (Sayyidina Ali r.a)
"Orang yang alim adalah yang mengetahui bahwa apa yang diketahuinya, jika dibandingkan dengan apa yang tidak diketahuinya, sangatlah sedikit. Maka, karena itulah dia menganggap dirinya bodoh. Oleh karena itu, bertambahlah kesungguhannya dalam mencari ilmu karena pengetahuannya akan hal itu" (Sayyidina Ali r.a)
"Kesalahan yang dilakukan seorang alim seperti kapal yang pecah, maka ia tenggelam dan tenggelam pula bersamanya banyak orang" (Sayyidina Ali r.a)
"Jika seorang alim tertawa satu kali, maka dia telah membuang satu ilmu dari dirinya" (Sayyidina Ali r.a)
"Ujub adalah lawan kebenaran" (Sayyidina Ali r.a)
"Tidak ada pujian bersama kesombongan" (Sayyidina Ali r.a)
"Aib yang paling sulit diperbaiki adalah ujub dan keras kepala" (Sayyidina Ali r.a)
"Ujubnya seseorang terhadap dirinya sendiri adalah salah satu pendengki akalnya" (Sayyidina Ali r.a)
"Banyak orang yang kagum akan dirinya sendiri disebabkan oleh perkataan pujian terhadap dirinya" (Sayyidina Ali r.a)
"Kebanggaan yang paling besar adalah hendaknya engkau jangan berbangga" (Sayyidina Ali r.a)
"Jika orang-orang rendah terdidik, mereka sombong; dan jika menjadi kaya, mereka bertindak sewenang-wenang" (Sayyidina Ali r.a)
"Jika seseorang telah sampai dan dunia ini melebihi kadarnya, akhlaknya menjadi asing bagi manusia" (Sayyidina Ali r.a)
"Sekiranya Allah mengijinkan kesombongan kepada seseorang di antara hamba-hamba-Nya, niscaya Dia akan mengijinkannya kepada nabi-nabi-Nya dan wali-wali-Nya yang khusus. Akan tetapi, Allah SWT tidak menghendaki mereka sombong, dan Dia senang jika mereka tawadhu. Maka, mereka pun menempelkan pipi ke tanah, membenamkan wajah mereka ke dalam debu, dan merendahkan diri mereka terhadap orang-orang yang beriman. Mereka adalah golongan yang tertindas" (Sayyidina Ali r.a)
"Janganlah engkau menghancurkan kebaikanmu dengan kebanggaan dan kesombongan" (Sayyidina Ali r.a)
"Berlaku lemah lembutlah dan bersabarlah, niscaya engkau akan terhormat; dan janganlah engkau ujub, karena jika engkau ujub, niscaya engkau akan dibenci dan dipandang rendah" (Sayyidina Ali r.a)
"Tidak ada kesendirian yang lebih mengasingkan daripada ujub" (Sayyidina Ali r.a)
"Mengapa anak adam menyombongkan dirinya? Sesungguhnya permulaannya adalah sperma dan akhirnya adalah bangkai. Dia tidak dapat memberikan rezeki kepada dirinya sendiri dan tidak dapat menolak kematiannya" (Sayyidina Alli r.a)
"Sesuatu yang tidak baik diucapkan oleh seseorang - walaupun dia benar - adalah memuji dirinya sendiri" (Sayyidina Ali r.a)
"Kedengkian adalah cacat dalam agama" (Sayyidina Ali r.a)
"Kedengkian adalah kesedihan yang pasti, pikiran yang kacau, dan kesusahan yang terus-menerus. Kenikmatan bagi orang yang didengki adalah nikmat, sementara bagi orang yang dengki adalah malapetaka" (Sayyidina Ali r.a)
"Kedengkian adalah perangai yang rendah, dan diantara kerendahannya bahwasanya ia menimpa orang yang paling dekat, kemudian yang lebih dekat lagi" (Sayyidina Ali r.a)
"Sehatnya badan karena sedikitnya dengki" (Sayyidina Ali r.a)
"Orang yang dengki, mendengki kepada orang yang tidak ada dosa padanya" (Sayyidina Ali r.a)
"Kedengkian seorang teman adalah penyakit kecintaan" (Sayyidina Ali r.a)
"Kedengkian diwariskan, sebagaimana diwariskannya harta" (Sayyidina Ali r.a)
"Orang yang dengki melihat hilangnya kenikmatan darimu sebagai kenikmatan baginya" (Sayyidina Ali r.a)
"Jika Allah berkehendak menguasakan seorang hamba kepada seorang musuh yang tidak mempunyai belas kasihan kepadanya, maka Dia menguasakannya kepada seorang pendengki" (Sayyidina Ali r.a)
"Janganlah kalian saling mendengki karena sesungguhnya dengki itu memakan iman, sebagaimana api memakan kayu bakar" (Sayyidina Ali r.a)
"Seseorang yang dengki tidak akan pernah merasa puas terhadapmu sehingga salah seorang dari kalian berdua meninggal dunia" (Sayyidina Ali r.a)
"Jika engkau melayani seorang pemimpin, maka janganlah engkau memakai pakaian yang sama dengannya, mengendarai kendaraan yang sama dengannya, dan mengambil pelayan yang semisal dengan pelayan-pelayannya, maka kemungkinan engkau akan selamat darinya" (Sayyidina Ali r.a)
"Pemilikan menyebabkan kedengkian. Kedengkian menyebabkan kemarahan. Kemarahan menyebabkan perselisihan. Perselisihan menyebabkan perpecahan. Perpecahan menyebabkan kelemahan. Kelemahan menyebabkan kehinaan. Dan kehinaan menyebabkan hilangnya kekuasaan dan sirnanya kenikmatan" (Sayyidina Ali r.a)
Pilihan keputusan dan tindakan yang anda pilih terhadap segala hal dan segala situasi yang terjadi dalam hidup anda adalah kunci-kunci sukses. Pilihan keputusan dan tindakan yang membuat anda semakin dekat kepada - Nya adalah bentuk tanggungjawab tertinggi terhadap kesuksesan hidup anda.
Berdoalah kepada - Nya dengan menyampaikan kalimat-kalimat syukur karena Dia telah memberi segala sesuatu yang indah dan nikmat. Karena Dia akan memberi sesuai prasangka orang yang berdoa kepada - Nya.
Berpikir dan berbicaralah tentang nikmat dan kelebihan yang telah diberikan - Nya, hingga Dia terus memberikan keberlimpahan - Nya. Hindari berpikir dan berbicara tentang kesulitan yang belum tentu datang dari - Nya.
Jika anda dianugerahi ilham suatu cita-cita yang mulia maka segera arahkan cita-cita itu hanya kepada- Nya. Karena hanya Dia yang dapat membantu mewujudkan cita-cita mulia yang oleh orang lain dianggap tidak mungkin dicapai.
Cita-cita yang dihadapkan hanya kepada cinta - Nya akan menggelorakan semangat dalam meraihnya karena perolehan cinta dari - Nya sudah melebihi cita-cita itu sendiri.
Ketika jiwa raga hanya dipersembahkan kepada - Nya, keberanian meraih cita-cita tidak akan pernah sirna karena naungan - Nya adalah tempat paling aman dan paling nyaman.
Ketika seluruh ketakutan hanya ditujukan kepada - Nya, maka seluruh ketakutan dalam hidup ini menjadi tidak ada artinya.
Rasa takut kepada - Nya melahirkan jiwa raga yang taat dan rendah hati. Sementara ketakutan selain kepada diri - Nya membiakkan pemberontakan dan penghinaan.
Ketakutan dan cinta kepada - Nya akan melahirkan rasa aman dan menghadirkan rasa tentram. Sementara ketakutan dan cinta selain kepada - Nya hanya akan menumbuhkan ketakutan dan membangkitkan keresahan.
Hak adalah akibat sementara kewajiban adalah sebab. Mengapa kita menunggu dan menuntut akibat? sementara sebab untuk terjadinya akibat tidak kita jalankan.
Kata bahagia dan sukses mengandung unsur kewajiban dan hak. Laksanakan semua kewajiban yang diperintahkan - Nya maka bahagia dan sukses sejati akan langsung menjadi hak anda.
Ingatlah kepada - Nya ketika berbaring, duduk dan berdiri, maka kamu akan selalu ingat dimana hidupmu akan berakhir.
Mengejar dan menyelesaikan banyak hal dan pekerjaan adalah baik. Tetapi mengejar cinta - Nya dan karena - Nya hanya bisa menyelesaikan satu hal saja tetap jauh lebih berarti dan bermakna bagi seluruh kehidupanmu.
Seseorang yang terbakar oleh Cinta - Nya akan bisa mengguncang dunia. Seseorang yang dibelenggu cinta dunia akan diguncang oleh - Nya.
Motivasi adalah makanan yang bergizi. Motivasi untuk meraih cinta - Nya adalah makanan paling baik dan paling bergizi dari yang pernah ada, karena motivasi ini pasti datang dari - Nya.
Hanya anak-anak yang akan memilih untuk dimanjakan. Tetapi Dia menginginkan setiap orang menjadi kuat, mengenal - Nya dan mencintai - Nya maka Dia terus mengalirkan kasih sayang - Nya tanpa putus walaupun dalam bentuk kesulitan dan kesedihan.
Mengarahkan pikiran kita selalu kepada - Nya akan menarik perhatian seluruh alam kepada kita. Mencurahkan seluruh cinta hanya kepada - Nya akan menolehkan cinta seluruh mahluk kepada kita.
Satu-satunya cara paling efesien dan paling efektif untuk membangun kebiasaan berpikir positif adalah dengan selalu ingat kepada - Nya.
Bersabar karena - Nya berarti kita merumuskan pilihan, memilih pilihan hidup yang benar dan melaksanakan pilihan tersebut dengan sebaik-baiknya. Pasrah kepada - Nya berarti selalu mengharapkan ridha dari - Nya dan ridha atas segala hasil dari pilihan yang telah kita ambil dari berbagai pilihan yang ada.
Bersyukur kepada - Nya berarti menerima dan memuji - Nya dengan setulus hati atas segala hasil dari pilihan hidup yang telah kita lakukan walaupun itu mungkin terasa pahit.
Kualitas kehidupan kita akan dapat terus diringkatkan ketika kita selalu mendengarkan - Nya.
Pemikir positif adalah orang yang bersabar dan bersyukur. Pemikir positif akan melihat suatu kesulitan sebagai bentuk kasih sayang dari - Nya agar ia bisa melakukan segala sesuatu dengan labih baik lagi.