Syahadat.Net

SYARIAT MEMBAWA NIKMAT I HAKIKAT MEMBERI MANFAAT I MA’RIFAT MENGHASILKAN SYAFAAT

Dengar...!!! Allah Menyapa Setiap Saat

 

"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang"

"Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta ta'atlah; dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya maka mereka itulah orang-orang yang beruntung" (Q.S. At-Taghaabun [64] : 16)

 

Kehidupan dunia saat ini semakin hari terasa semakin memacu setiap insan manusia untuk bergerak semakin cepat. Kehidupan dunia saat ini telah menggerakkan setiap insan manusia untuk berpacu mengambil setiap kesempatan yang datang padanya, yang seringkali diputuskan dalam bingkai keuntungan materi dan bahkan dilakukan tanpa menghiraukan serta peduli pada keadaan sekitarnya. Bahkan seringkali pula ketidakpedulian ditunjukkan kepada orang yang sebenarnya, disadari ataupun tidak, adalah orang yang telah memberikan perhatian, bantuan dan rasa kasihnya.

Kehidupan dunia saat ini, sepertinya tanpa disadari, telah memacu setiap insan manusia untuk terus bergerak hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya didunia ini saja. Setiap hari dapat disaksikan, bagaimana seseorang begitu sibuk. Pagi sekali sudah berangkat kerja dari tempatnya tinggal, begitu sampai di tempatnya bekerja sudah langsung disibukkan dengan setumpuk pekerjaan hingga sore menjelang bahkan hingga malam datang. Malampun dia kembali pulang ke rumahnya berkumpul bersama keluarganya, dengan kemungkinan besar mendapatkan anak-anaknya sudah terlelap tidur. Sampai dirumah diapun cepat-cepat beristirahat karena besok harus berangkat bekerja kembali dipagi hari. Begitu terus setiap hari dilalui, bahkan hari sabtu dan minggu yang dikatakan sebagai hari liburpun seringkali dilalui untuk meraih berbagai kesempatan memperoleh materi, mewujudkan mimpi-mimpi untuk hidup enak didunia ini.

 

IQRA  (BAGIAN I)

"Bacalah dengan Menyebut Nama Allah SWT : Kunci Pembuka Ilmu dan Keimanan"

 

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang"

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (Q.S. Al-Alaq [96] : 1-5)

 

A. Pentingnya Kemampuan Membaca

Membaca adalah merupakan kebutuhan primer bagi setiap manusia. Kemampuan membaca (tulisan/aksara) telah diyakini secara umum sebagai langkah awal  untuk meraih kesuksesan dalam menjalani kehidupan didunia ini. Karena itu dijaman modern ini, kita dapat melihat bagaimana setiap orang tua berusaha dengan sungguh-sungguh agar anaknya mempunyai kemampuan membaca. Kemampuan membaca bahkan telah diajarkan sejak masa kanak-kanak. Anak-anak yang masih berumur dibawah lima tahunpun saat ini sudah lazim diajarkan membaca. Sehingga saat ini kemampuan membaca (bahkan berhitung) sepertinya telah dijadikan syarat bagai seorang anak agar diterima di sekolah Dasar (SD).

Dengan adanya kemampuan membaca maka setiap orang kemudian akan mempunyai kemampuan dasar untuk belajar dan mengembangkan dirinya. Dengan kemampuan membaca maka seseorang dapat mendorong dirinya untuk belajar sebanyak-banyaknya melalui membaca berbagai buku  dan literatur lainnya sehingga kemajuan dirinya dapat terus ditingkatkan dengan lebih cepat. Dengan kemampuan membaca maka seseorang akan dapat membaca berbagai buku hingga ilmu dan pengetahuannya semakin bertambah. Dan pada akhirnya tingkat kemampuan membaca menjadi pondasi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

   

Mahasiswa Penghafal Alquran Lebih Cerdas

SURABAYA–Ada cerita menarik dari Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur Drs H Syaifullah Yusuf, tentang secuil hikmah dan manfaat bagi penghafal Alquran. Menurut wagub yang akrab disapa Gus Ipul ini, penghafal Alquran ternyata lebih cerdas dibanding orang lain yang hanya bisa membaca dan tidak hafal. “Ini sudah dibuktikan di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang,” kata Gus Ipul saat memberi sambutan dalam Silaturami Alquran Bayan di Hotel Sahid Surabaya, kemarin.

Selama ini, kata Gus Ipul, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memang menerapkan kebijakan cukup langka. Perguruan tinggi ini memberikan perlakukan istimewa kepada para mahasiswa maupun calon mahasiswa yang hafal Alquran. Para mahasiswa dan calon mahasiswa hafal Alquran ini dibebaskan dari SPP dan biaya pendidikan lainnya aliat gratis kuliah di UIN Malang sampai lulus.

Yang lebih mencengangkan, lanjut Gus Ipul, ternyata setiap tahun semua lulusan terbaik dari seluruh fakultas di kampus itu adalah mahasiswa yang hafal Alquran. “Ini membuktikan bahwa bmembaca dan menghafal Alquran tidak menghambat belajar, tapi malah menambah kecerdasan mereka,” ungkap Gus Ipul.Bahkan menurut Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof Dr Imam Suprayogo, kata Gus Ipul lagi, orang yang hafal Alquran itu kalau meningal jasadnya bisa bertahan utuh selama bertahun-tahun. Kendati belum ada penelitian secara empirik, tapi ada satu peristiwa yang membuktikan hal tersebut.

   

Login

Untaian Hikmah

Pre
Pencari Ilmu
"Orang yang (keluar dari rumahnya) mencari ilmu, para malaikat akan mengantar kepergiannya sehingga dia pulang (ke rumahnya)" (Sayyidina Ali r.a)
Kedudukan Ulama 3
"Orang alim lebih utama dari pada orang yang berpuasa, mengerjakan shalat malam (tahajud), dan yang berjihad di jalan Allah. Jika seorang alim meninggal, maka terjadi lubang dalam islam yang tidak tertutupi sehingga datang orang alim lain yang datang kemudian (menggantikannya)" (Sayyidina Ali r.a)
Kedudukan Ulama 2
"Kedudukan orang alim bagaikan pohon kurma, engkau menunggu kapan buahnya jatuh kepadamu" (Sayyidina Ali r.a)
Kedudukan Ulama 1
"Orang Alim adalah lampu Allah di bumi. Maka barang siapa yang Allah menghendaki kebaikan baginya, dia akan cahaya (ilmu) itu" (Sayyidina Ali r.a)
Orang Alim 1
"Orang yang alim adalah yang mengetahui bahwa apa yang diketahuinya, jika dibandingkan dengan apa yang tidak diketahuinya, sangatlah sedikit. Maka, karena itulah dia menganggap dirinya bodoh. Oleh karena itu, bertambahlah kesungguhannya dalam mencari ilmu karena pengetahuannya akan hal itu" (Sayyidina Ali r.a)
Orang Alim 2
"Kesalahan yang dilakukan seorang alim seperti kapal yang pecah, maka ia tenggelam dan tenggelam pula bersamanya banyak orang" (Sayyidina Ali r.a)
Orang Alim 3
"Jika seorang alim tertawa satu kali, maka dia telah membuang satu ilmu dari dirinya" (Sayyidina Ali r.a)
You are here: Home